Perawatan, Pengobatan HIV


Perawatan, Pengobatan HIV

PERAWATAN,+DUKUNGAN+DAN+PENGOBATAN+++infeksi+HIV+baru+dicegah

Pencegahan, Pengobatan dan Tatalaksana Infeksi Oportunistik (IO)

Pencegahan, diagnosis dini dan pengobatan IO merupakan layanan esensial dalam perawatan HIV yang optimal. Maka di dalam kerangka kerja LKB, unit rawat jalan memberikan layanan pencegahan, pengobatan dan tatalaksana IO. Dalam hal ini unit rawat jalan merupakan mata rantai LKB atau sebagai titik penghubung utama ke layanan‐layanan yang meliputi: KT HIV, PPIA, Terapi ARV, diagnosis dan pengobatan TB, terapi substitusi opioid, imunisasi hepatitis‐B, keluarga berencana, layanan IMS, layanan rawat inap, layanan dukungan psikososial Perawatan Berbasis Masyarakat (PBM) dan Perawatan Berbasis Rumah (PBR). Peran ODHA sebagai konselor atau manajer kasus
menjadi sangat penting untuk kesuksesan mata rantai LKB.


Terapi ARV

Ketersediaan obat ARV dan konseling kepatuhan merupakan masalah esensial dalam LKB. Bagi ODHA, terapi ARV bukan hanya merupakan komponen utama dalam layanan medis, namun merupakan harapan untuk tetap hidup secara normal. Terapi ARV membantu untuk memulihkan imunitas sehingga kuat untuk mengurangi kemungkinan IO, meningkatkan kualitas hidup, serta mengurangi kesakitan dan kematian terkait HIV. Terapi ARV tidak hanya terdiri atas pemberian obat ARV saja, namun termasuk dukungan medis dan sosial untuk membantu klien mengatasi efek samping obat dan menjaga kepatuhan klien pada terapi. Kepatuhan akan terjaga bila semua pemberi layanan selalu mengulangi dan menyampaikan pesan yang konsisten tentang kepatuhan minum obat tersebut. Kelompok pendukung sebaya berperan kuat dalam memberikan konseling kepatuhan tersebut.

Pencegahan, Pengobatan dan Tatalaksana TB HIV

Diagnosis dan pengobatan dini TB pada ODHA akan memulihkan fungsi imunnya dan menyembuhkan penyakit TB, yang merupakan pembunuh nomor satu ODHA. Oleh karena itu layanan pengobatan TB harus juga terhubung dan menjadi bagian dari layanan KT HIV. Tatalaksana klinis TB‐HIV akan lebih efektif bila diberikan oleh suatu tim yang terkoordinasi. Dalam keadaan tertentu diperlukan rujukan ke layanan yang lebih spesialistik seperti ke rumah sakit rujukan yang lebih tinggi di provinsi. Hal penting lain yang perlu mendapat perhatian adalah mencegah ODHA agar tidak tertular TB di fasyankes ketika mereka menjalani perawatan.

Dukungan Gizi

Dukungan gizi pada kehidupan sehari‐hari ODHA merupakan strategi penting untuk meningkatkan kualitas hidup ODHA. Dalam LKB, petugas kesehatan dapat memberikan konseling gizi dalam pertemuan kelompok atau dukungan melalui pendidikan, suplemen makanan dan pemantauan gizi. ODHA dan keluarganya mungkin juga perlu dukungan peningkatan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka seperti perumahan, makanan, transportasi. Dengan kerjasama lintas sektor program seperti ini dapat dijalankan misalnya hibah kecil dari program Dinas Sosial setempat untuk membantu mereka memulai usaha kecil dan mencari nafkah. Layanan seperti ini belum banyak tersedia, baik melalui pemerintah atau LSM. Program LKB dapat mengupayakan, mengidentifikasi layanan tersebut melalui mekanisme koordinasi serta kemudian merujuk klien kepada layanan tersebut. Pengelola LKB dapat menginisiasi forum kemitraan untuk para mitra berpartisipasi dan menjalin jejaring rujukan yang lebih baik untuk peningkatan dukungan sosial bagi klien ODHA miskin.

Perawatan Paliatif

Perawatan paliatif dapat mengurangi penderitaan ODHA dan keluarganya dengan memeriksa dan mengobati nyeri ketika memberikan dukungan psikososial atau spiritual untuk meningkatkan kualitas hidup ODHA Perawatan paliatif sebagai pendukung pengobatan IO dan terapi ARV diberikan sejak terdiagnosis HIV hingga kematian dan selama menjelang kematian. Perawatan paliatif diberikan baik di rumah atau di rumah sakit.